
JAKARTA — Pengajian Persatuan Islam (Persis) menjadi momentum peluncuran BMT Berkah Umat Cabang STAIPI Jakarta. Lembaga keuangan berbasis syariah tersebut diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari gerakan dakwah di bidang ekonomi.
Peluncuran BMT Berkah Umat berlangsung di Masjid Al-Ittihad, Cipayung, Jakarta Timur, Ahad (27/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jamaah Persis dari sejumlah wilayah, di antaranya Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Bekasi.
Kehadiran BMT Berkah Umat menjadi langkah untuk memperluas gerakan dakwah Persis yang tidak hanya berorientasi pada penguatan keilmuan dan keagamaan, tetapi juga pada pemberdayaan dan kemandirian ekonomi umat.
Ustadz Jeje mengatakan, Islamic Center Persatuan Islam Jakarta sejak awal memiliki tujuan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan, termasuk dalam bidang ekonomi. Menurutnya, proses pendidikan selama ini telah berjalan melalui berbagai lembaga yang berada di lingkungan Islamic Center.
Sementara itu, pembentukan BMT menjadi langkah awal untuk mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam praktik ekonomi.
“Proses pendidikan dan pembelajarannya sudah berjalan, sedangkan proses praktik berekonominya ini baru dimulai dengan pembentukan BMT. Mudah-mudahan ini adalah titik awal yang baik,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa penguatan ekonomi merupakan salah satu bagian penting dalam membangun ketahanan umat. Menurutnya, pembangunan umat tidak hanya membutuhkan ketahanan dalam aspek keagamaan, tetapi juga kemampuan untuk membangun kemandirian ekonomi.
“Islam lahir untuk membangun ketahanan ekonomi,” tegasnya.
Dukungan terhadap penguatan ekonomi Persatuan Islam juga disampaikan Direktur LPDB Kementerian Koperasi RI, Arie Permana, S.E., M.Si. Ia menilai pemberdayaan ekonomi menjadi hal penting agar masyarakat dapat memiliki kemandirian dan mampu mengembangkan kegiatan ekonomi secara mandiri.
“Ekonomi ini satu hal yang penting. Kalau kita berdaya secara ekonomi, insyaallah persoalan-persoalan yang berkaitan dengan fenomena yang saat ini terjadi di masyarakat itu bisa kita hadapi,” ujarnya.
Menurut Ari, Kementerian Koperasi melalui LPDB mendorong Persatuan Islam agar semakin berdaya secara ekonomi, termasuk dengan mengembangkan berbagai produk dan kegiatan ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami di Kementerian Koperasi, melalui LPDB Kementerian Koperasi, mendorong Persatuan Islam agar bisa berdaya secara ekonomi dan melakukan kegiatan ekonomi sendiri, membuat produk-produk yang perlahan-lahan bisa digunakan oleh masyarakat sendiri,” katanya.
Ari juga menyampaikan kesiapan LPDB untuk mendukung pengembangan ekonomi di lingkungan Persatuan Islam.
“Kami dari LPDB siap untuk bersama-sama membantu pengembangan ekonomi jamiah Persatuan Islam,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BMT Berkah Umat, Dr. Latief Awaludin, mengatakan kehadiran BMT merupakan bagian dari upaya mendorong umat Islam agar terlibat dalam sektor riil sekaligus memiliki lembaga keuangan yang menjalankan prinsip-prinsip syariah.
Menurutnya, keberadaan lembaga keuangan syariah penting untuk memberikan alternatif layanan keuangan bagi masyarakat sekaligus menghindarkan umat dari praktik yang mengandung unsur riba.
“Umat Islam harus terjun pada sektor riil dan harus memiliki lembaga keuangan yang berbasis pada syariat agar terhindar dari unsur riba,” ujarnya.
Peluncuran BMT Berkah Umat diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun kekuatan ekonomi umat melalui semangat kebersamaan dan gotong royong. Kehadirannya sekaligus melengkapi aktivitas pendidikan dan dakwah yang telah berkembang di lingkungan Islamic Center Persatuan Islam Jakarta.


