
Pangalengan, Kabupaten Bandung — 30 September 2026 — Rangkaian kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAI PERSIS Jakarta resmi berakhir pada Rabu, 30 September 2026, di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Kegiatan penutupan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan menjadi momentum refleksi atas proses pengabdian mahasiswa selama berada di tengah masyarakat.
Kegiatan penutupan dihadiri oleh jajaran pimpinan dan sivitas akademika STAI PERSIS Jakarta, mahasiswa peserta KPM, serta tokoh dan unsur pimpinan Persatuan Islam (PERSIS) di wilayah Pangalengan. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua II STAI PERSIS Jakarta, Ichwan Muttaqien, S.E., M.E.Sy., Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Ustadz Teten Romli Qamaruddin, S.Sos., M.A., serta Ketua Lembaga Penjamin Mutu Internal (LPMI), Agus S. Sayra, S.Pd., M.Pd.
Acara penutupan diawali dengan pembukaan yang disampaikan oleh Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAI PERSIS Jakarta, Ustadz Teten Romli Qamaruddin, S.Sos., M.A. Dalam pembukaannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah mengikuti rangkaian KPM dan menjalankan amanah pengabdian selama berada di Pangalengan.
Beliau juga menekankan bahwa KPM bukan sekadar kegiatan akademik yang menjadi bagian dari proses pendidikan mahasiswa, tetapi merupakan ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan masyarakat. Melalui interaksi selama berada di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kepedulian sosial, serta tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama KPM menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter. Mahasiswa tidak hanya belajar dari teori yang diperoleh di ruang perkuliahan, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus arahan dari Ketua PC Persis Pangalengan. Dalam arahannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada STAI PERSIS Jakarta, khususnya kepada para mahasiswa peserta KPM, yang telah hadir dan melaksanakan kegiatan pengabdian di wilayah Pangalengan.
Kehadiran mahasiswa KPM dinilai menjadi bagian dari bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir untuk melaksanakan program, tetapi juga diharapkan mampu membangun komunikasi, menjaga hubungan baik dengan masyarakat, serta memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas keilmuan yang dimiliki.
Dalam arahannya, Ketua PC Persis Pangalengan juga memberikan penguatan kepada mahasiswa agar pengalaman selama berada di masyarakat dapat menjadi bekal untuk menjalankan peran setelah kembali ke lingkungan kampus. Mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi terus menumbuhkan semangat dakwah, pengabdian, dan kepedulian terhadap persoalan yang ada di masyarakat.
Sementara itu, kehadiran jajaran pimpinan STAI PERSIS Jakarta dalam kegiatan penutupan menjadi bentuk perhatian dan apresiasi terhadap seluruh peserta KPM. Wakil Ketua II STAI PERSIS Jakarta, Ichwan Muttaqien, S.E., M.E.Sy., bersama unsur pimpinan lainnya turut hadir dalam momentum tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap proses pengabdian yang telah dijalankan mahasiswa.
Pelaksanaan KPM di Pangalengan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami dinamika kehidupan masyarakat. Selama menjalankan kegiatan, mahasiswa berkesempatan untuk berinteraksi dengan berbagai unsur masyarakat serta belajar menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di STAI PERSIS Jakarta.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan bekerja secara kolektif. Berbagai program yang dilaksanakan selama KPM menuntut mahasiswa untuk mampu berkomunikasi, berkoordinasi, beradaptasi dengan lingkungan, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dan berbagai pihak yang terlibat.
Bagi mahasiswa, berakhirnya KPM bukan berarti berakhir pula semangat pengabdian. Berbagai pengalaman yang diperoleh selama berada di Pangalengan diharapkan dapat menjadi pembelajaran yang terus dibawa dalam perjalanan akademik maupun kehidupan bermasyarakat.
KPM juga menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi berupaya menghadirkan mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kesadaran untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Rangkaian kegiatan penutupan berlangsung dengan penuh keakraban. Mahasiswa peserta KPM bersama jajaran pimpinan STAI PERSIS Jakarta dan tokoh masyarakat Pangalengan mengabadikan momen bersama sebagai tanda berakhirnya rangkaian pengabdian.
Momen tersebut sekaligus menjadi simbol terjalinnya hubungan dan kolaborasi antara STAI PERSIS Jakarta dengan PC Persis Pangalengan serta masyarakat setempat. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus terjaga dan berkembang dalam berbagai bentuk kegiatan positif di masa mendatang.
Dengan berakhirnya kegiatan KPM di Pangalengan, STAI PERSIS Jakarta berharap para mahasiswa dapat membawa pulang pengalaman, nilai-nilai pengabdian, serta pembelajaran sosial yang telah diperoleh selama berada di lapangan.
Kegiatan KPM menjadi salah satu proses penting dalam membentuk mahasiswa agar mampu mengintegrasikan ilmu, dakwah, komunikasi, dan pengabdian dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat terus berkontribusi dan menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat, baik selama menempuh pendidikan maupun setelah menyelesaikan studinya di STAI PERSIS Jakarta.


