Jakarta — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) PERSIS Jakarta bekerja sama dengan Ma’had Usman bin Affan dan Markaz Al-Hijaz sukses menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Menelaah Sains dalam Wahyu” pada hari ini. Kegiatan ini menghadirkan ulama dan cendekiawan internasional, Syekh Ihsan Abu Al-Khoir, sebagai narasumber utama.
Kuliah umum ini turut dihadiri oleh Dr KH Jeje Zaenuddin M Ag selaku Ketua STAI PERSIS Jakarta, bersama jajaran pimpinan, dosen, mahasiswa, serta peserta dari berbagai kalangan. Kehadiran pimpinan kampus tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan kajian keilmuan yang mengintegrasikan wahyu dan sains.
Dalam pemaparannya, Syekh Ihsan Abu Al-Khoir mengungkap kedalaman kemukjizatan saintifik dalam Al-Qur’an dan Hadis, seraya menegaskan bahwa wahyu ilahi tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga mengandung isyarat-isyarat ilmiah yang relevan sepanjang zaman.

Antusiasme peserta tampak tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi berjalan interaktif, khususnya saat membahas relasi antara sains modern dan wahyu, yang diposisikan secara proporsional sebagai sarana untuk memperkuat keimanan dan memperluas cakrawala berpikir umat.
Melalui kegiatan ini, STAI PERSIS Jakarta menegaskan komitmennya dalam mengembangkan tradisi keilmuan Islam yang integratif, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan iman, akal, serta tanggung jawab akademik. Kerja sama dengan Ma’had Usman bin Affan dan Markaz Al-Hijaz diharapkan dapat terus berlanjut dalam berbagai agenda ilmiah ke depan.


